Showing posts with label Mapel IPS. Show all posts
Showing posts with label Mapel IPS. Show all posts

Sunday, October 12, 2014

Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery-Inquiry Pada Kurikulum 2013

Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery-Inquiry pada kurikulum 2013 ~ Menyambung mengenai postingan yang lalu yaitu mengenai model-model pembelajaran mapel IPS, dalam model pembelajaran IPS ada beberapa bagian diantaranya adalah model pembelajaran discovery inquiry, volimaniak akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana model pembelajaran discovery inquiry serta cara pelaksanannya. pembelajaran ini di khususkan dalam pengembangan kurikulum 2013 yang tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia. langsung saja yuk kita bahas.

Langkah-Langkah Pembelajaran Discovery-Inquiry sebagai berikut:


http://volimaniak.blogspot.com/

a) Langkah Persiapan
  1. Menentukan tujuan pembelajaran.
  2. Melakukan identifikasi karakteristik pesertadidik (kemampuan awal, minat, dan gaya belajar).
  3. Memilih materi pembelajaran.(Menentukan topik-topik yang harus dipelajari peserta didik secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi).
  4. Mengembangkan bahan-bahan pembelajaran yang berupa contoh-contoh, ilustrasi,dan tugas untuk dipelajari peserta didik.
  5. Mengatur  topik-topik  materi  pembelajaran  dari  yang sederhana ke kompleks, dari yang  konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik.
  6. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik.
b) Pelaksanaan
(1) Stimulasi/pemberian rangsangan

Pertama-tama peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang  menimbulkan  masalah. Kemudian  guru  dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

(2) Pernyataan/identifikasi masalah

Selanjutya guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pembelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk jawaban sementara atas pertanyaan/masalah.

(3) Pengumpulan Data

Peserta didik mengumpulkan informasi sebanyak- banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban sementara atas pertanyaan/masalah. Pada tahap ini peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, membaca literatur,mengamati obyek,wawancara dengan nara sumber, dan melakukan uji coba sendiri.

(4) Pengolahan Data

Semua informai hasil bacaan, wawancara,dan observasi,  diolah,   diklasifikasikan,  ditabulasi,  bahkan bila perlu dihitung dengan model tertentu serta dimaknai

(5) Pembuktian

Pada tahap ini peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya jawaban sementara atas pertanyaan/masalah.

(6) Penarikan Simpulan/generalisasi

Tahap generalisasi/simpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi. (Syah, 2004, dalam Materi Pelatihan Guru, Ilmu Pengetahuan Sosial SMP, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2013).

Catatan
Dalam rangka penuntasan kompetensi dasar, guru dapat, bahkan sangat dianjurkan untuk menggunakan pendekatan-pendekatan kreatif lain sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Demikian yang bisa volimaniak sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga bisa menambah pengetahuan kita dalam dunia pendidikan, dan sebagai pendidik kita bisa lebih mengembangkan dan menggunakan model pembelajaran yang cocok sesuai dengan karakter kita. semoga bermanfaat. terimakasih

Saturday, October 11, 2014

Model-model Pembelajaran IPS Kurikulum 2013

Model-model Pembelajaran IPS Kurikulum 2013 ~ Perubahan kurikulum 2013 sering diikuti perubahan model pembelajaran juga. untuk itu pada kesempatan kali ini volimaniak akan berbagi kepada anda semuanya mengenai model-model pembelajaran khusus Mapel IPS pada penerapan kurikulum 2013.

Model-model Pembelajaran IPS Kurikulum 2013 Adalah sebagai berikut :

Model-model pembelajaran yang direkomendasikan di dalam standar proses adalah: Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), dan Discovery-Inquiry (DI). Ketiga model tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan pendekatan saintifik dalam  pembelajaran. Agar guru dapat memperoleh pemahaman tentang bagaimana mengimplementasikan model-model pembelajaran tersebut akan volimaniak uraikan satu per satu pada postingan kali ini, berikut rinciannya ;

1) Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau dalam bahasa Inggris disebut Problem Based Learning (PBL) adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sebagai konteks atau sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir  kritis  serta  membangn  pengetahuan baru.

http://volimaniak.blogspot.com/
Dalam Pembelajaran berbasis masalah, peserta didik, secara individual maupun berkelompok, menyelesaikan masalah nyata tersebut dengan menggunakan strategi atau pengetahuan yang telah dimiliki.Secara kritis, peserta didik menemukan masalah,  menginterpretasikan  masalah,  mengidentifikasi faktor penyebab  terjadinya maslah,  mengidentifikasi informasi   dan menemukan strategi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah, mengevaluasi kesesuaian strategi dan solusi,  dan mengomunikasikan simpulan.Tujuan utama PBM bukanlah penyajian sejumlah besar fakta kepada peserta didik, melainkan pada pengembangan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan sekaligus mengembangkan pengetahuannya.

PBM mengacu kepada prinsip-prinsip pembelajaran lainnya sepertipembelajaranberbasisproyek  (project-based- learning), pembelajaran berbasis pengalaman (experience- based  learning),  pembelajaran  autentik (authentic  learning) dan  pembelajaran  bermakna  (anchored  instruction).Model pembelajaran tersebut cocok untuk pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi karena dengan model tersebut peserta didik akan terbantu untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya, dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang lingkungan sekitarnya.  Untuk dapat memahami pola urutan PBM tersebut, perlu dilakukan melalui sintaks atau langkah-langkah pembelajaran sebagaimana dikemukakan Nur (2011) disajikan pada Tabel berikut.


Fase                                                                    Kegiatan Guru


Fase 1: Orientasi peserta
didik terhadap masalah
Guru menjelaskan pembelajaran, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi peserta didikuntuk terlibat dalam masalah yang dipilih.

Fase 2: Mengorganisasi peserta didik untuk bela- jar
Guru membantu peserta didik untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan pengujian temuan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.


Fase 4:Mengembangkan
dan menyajikan temuan
Guru membantu peserta didikdalam merencanakan dan menyiapkan temuan yang sesuai dengan laporan temuan dan membantu mereka untuk berbagi tugas.

Fase 5: Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau  evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka tempuh.

Pembelajaran berbasis masalah diawali dengan aktivitas peserta didik secara individual maupun kelompok dalam menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan strategi atau pengetahuan yang telah dimiliki. Proses penyelesaian masalah tersebut berimplikasi pada terbentuknya keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta sekaligus membentuk pengetahuan baru.

2) Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)

Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) atau dalam bahasa Inggris dinamakan Project-Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivias peserta didik untuk menghasilkan produkdenganmenerapkanketerampilanmeneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata.  Produk yang dimaksud adalah hasil proyek dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, dan karya teknologi/prakarya. Pendekatan ini memperkenankan pesera didik untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam mengkostruksikan produk nyata.

Tujuan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) adalah sebagai berikut:
  1. Memperoleh  pengetahuan  dan  keterampilan  baru  dalam pembelajaran
  2. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah proyek.
  3. Membuat  peserta  didik  lebih  aktif  dalam  memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa.
  4. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas/proyek.
  5. Meningkatkan  kolaborasipeserta  didik  khususnya  pada PBP yang bersifat kelompok.
Dalam PBP,pesertadidikdiberikantugasdengan mengembangkan tema/topik dalam pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang realistik. Di samping itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek ini mendorong tumbuhnyakreativitas,kemandirian,tanggung  jawab, kepercayaan diri, serta berpikir kritis dan analitis pada peserta didik.

Secara umum, langkah-langkah PBP dikemukakan oleh Direktorat PSMP (Panduan Penguatan Pembelajaran, Direktorat PSMP, 2013) dapat dijelaskan sebagai berikut:


1. Penentuan
Proyek

2. Perancangan
langkah-langkah penyelesaian proyek


3. Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek






6. Evaluasi proses dan hasil proyek

5. Penyusunan
laporan dan presen- tasi/publikasi hasil proyek

4. Penyelesaian
proyek dengan fasilitas dan monitoring



Sementara tahap-tahap proses pembelajaran berbasis proyek secara garis besar meliputi: persiapan, pelaksanaan dan, evaluasi. Pada tahap persiapan meliputi kegiatan menemukan tema/ topik proyek, merancang langkah penyelesaian proyek dan menyusun jadwal proyek. Pada tahap pelaksanaan meliputi kegiatan proses penyelesaian proyek dengan difasilitasi dan dimonitoring dari guru serta penyusunan laporan dan presentasi/ publikasi hasil proyek. 

Pada tahap evaluasi meliputi kegiatan evaluasi proses dan hasil kegiatan proyek. Berikut adalah contoh kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek pada tahap kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.

a) Persiapan

Dalam persiapan, diawali dengan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari yang diikuti dengan instruksi tugas proyek yang dilengkapi dengan persyaratan tertentu, termasuk ketentuan waktu. Selanjutnya langkah-langkah PBP adalah sebagai berikut:
  1. Menentukan proyek, yaitu memilih tema/topik untuk menghasilkan produk (laporan observasi/penyelidikan, rancangan karya seni, atau karya keterampilan) yang karakteristik mata pelajaran dengan menekankan keorisinilan produk. Penentuan produk juga disesuaikan dengan kriteria tugas, dengan mempertimbangkan kemampuan peserta didik dan sumber/bahan/alat yang tersedia.
  2. Merancang langkah-langkah penyelesaian proyek dari awal sampai akhir.Pada kegiatan ini, peserta didik mengidentifikasi bagian-bagian  produk  yang  akan dihasilkan dan langkah-langkah serta teknik untuk menyelesaikan bagian-bagian tersebut sampai dicapai produk akhir.
  3. Menyusunjadwal pelaksanaanproyek,yaitu menyusun tahap-tahap pelaksanaan proyek dengan mempertimbangkankompleksitaslangkah-langkah dan teknik penyelesaian produk serta waktu yang ditentukan guru.
b) Pelaksanaan
  1. Menyelesaikan proyek dengan difasilitasi dan dipantau guru, yaitu  mencari atau mengumpulkan data/material kemudian mengolahnya untuk menyusun/mewujudkan bagian demi bagian sampai dihasilkan produk akhir.
  2. Mempresentasikan/mempublikasikanhasilproyek, yaitu menyajikan produk dalam bentuk presentasi, diskusi, pameran, atau publikasi (dalam majalah dinding atau internet) untuk memperoleh tanggapan dari peserta didik yang lain, guru, dan bahkan juga masyarakat.
  3. Evaluasi : Evaluasi proses dan hasil proyek dilakukan dengan pelaksanan proyek dan penilaian produk yang dihasilkan untuk mengetahui ketercapaian tujuan proyek.
3) Pembelajaran Discovery-Inquiry

Model Pembelajaran Diskoveri (Discovery Learning) diartikan sebagai  proses  pembelajaran  yang  terjadi bila  pembelajar tidak disajikan  dengan pelajaran dalam  bentuk  finalnya,  tetapi diharapkan peserta didik mampu mengorganisasi sendiri hasil belajarnya. Sebagai model pembelajaran, Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan pembelajaraninkuiri (Inquiry-Learning). Tidak ada perbedaan prinsip di antara ke dua istilah ini.

Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Perbedaannya dengan inquiry ialah bahwa pada discovery masalahyangdiperhadapkankepadapeserta didik semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar peserta didik sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang university oriented menjadi student oriented.

Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, sehingga peserta didik dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorgani- sasikanbahan,sertamembuatsimpulan-simpulan. (Implementasi Kurikulum 2013, Materi Pelatihan Guru, Ilmu Pengetahuan Sosial SMP, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2013)

Pendekatan Pembelajaran Mapel IPS Pada Kurikulum 2013

Pendekatan Pembelaran Mapel IPS Pada Kurikulum 2013 ~ Dalam menyikapi perbuhan kurikulum 2013. Dari setiap mapel pelajaran mengalami perbuhan dari model pembelajaran dan pendekatan yang dilakukan dalam proses KBM.  Dalam Kesempatan kali ini volimaniak akan berbagi kepada anda semuanya mengenai pendekatan dan model pembelajaran IPS pada Kurikulum 2013.

Langsung saja tidak usah berlama-lama berikut rinciannya ;

Pendekatan Pembelajaran IPS

Pembelajaran IPS harus disajikan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik/scientific),  dan menggunakan model yang dianjurkan dalam Kurikulum 2013, yaitu discovery-inquiry based learning, problem based learning, dan project based learning.

http://volimaniak.blogspot.com/

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan menarik kesimpulan serta mengomunikasikan kesimpulan (5M). Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan mencipta. Dalam melaksanakan proses pembelajaran IPS, bantuan guru diperlukan, tetapi bantuan itu harus makin berkurang ketika peserta didik makin bertambah dewasa atau makin tinggi kelasnya.

Pembelajaran  dengan  pendekatan  saintifik  antara  lain didasarkan pada prinsip pembelajaran yang:

  1. Berpusat pada peserta didik,
  2. Memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengkonstruk konsep, hukum, dan prinsip,
  3. Mendorong terjadinya peningkatan kecakapan berpikir peserta didik,
  4. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dan
  5. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.

Secara  umum    pembelajaran   dengan   pendekatan   saintifik dilakukan melalui langkah-langkah:

  1. Peserta didik melakukan pengamatan atas suatu fenomena yang berupa gambar/video, lingkungan sekitar  untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui dari hasil pengamatan.
  2. Peserta didik merumuskan pertanyaan berdasarkan hal-hal yang ingin diketahui peserta didik pada saat melakukan pengamatan.
  3. mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai teknik, seperti: membaca Buku Peserta didik, mencari di internet, wawancara dengan nara sumber atau melakukan pengamatan di lapangan.
  4. menganalisis data atau informasi yang diperoleh dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan sampai diperoleh suatu kesimpulan atas jawaban dari pertanyaan yang telah dirumuskan,
  5. mengomunikasikan kesimpulan dengan cara mempresentasikan di  depan  kelas,  menempel  kesimpulan  pada  dinding  kelas atau tempat yang telah disediakan sebagai wahana belajar peserta didik.
  6. Pengorganisasian materi IPS dalam Kurikulum 2013 dilakukan secara terpadu. Model pendekatan terpadu, memadukan berbagai disiplin ilmu sosial sedemikian rupa sehingga batas-batas antara disiplin ilmu yang satu dengan lainnya menjadi  tidak tampak (Hasan, 1995:  27). Pendekatan terpadu pada hakikatnya merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan autentik. Melalui pengembangan materi terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kembali pengetahuan yang dipelajarinya.
Demikian yang bisa volimaniak sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai Pendekatan Pembelajaran Mapel IPS Pada Kurikulum 2013.semoga bisa bermanfaat.